Santiago Bernabeu Menjadi Sepi

Bangku kosong belakangan menjadi pemandangan di Santiago Bernabeu. Jumlah penonton yang datang mendukung Real Madrid di stadion menurun. Ini tampak jelas setelah kekalahan dari Barcelona.

Bernabeu dipenuhi 84.000 penonton saat Madrid menjamu Barca pada laga El Clasico 21 November lalu. Tapi di hadapan para pendukungnya sendiri, Los Blancos justru dipermalukan dengan skor telak 0-4.

Sejak saat itu, jumlah penonton yang hadir di Bernabeu menurun. Dalam tiga pertandingan kandang Madrid berikutnya, jumlah penonton tak pernah menyentuh angka 70.000.

Kemerosotan jumlah penonton di Bernabeu tampak jelas saat Madrid menjamu Rayo Vallecano, Minggu (20/12/2015) kemarin. Dari 84.000 kursi yang ada di Bernabeu, hanya terisi sebanyak 61.587.

Itu adalah jumlah penonton terendah kedua di Bernabeu di musim ini. Kursi di Bernabeu kosong lebih banyak saat Madrid kedatangan Malmo di matchday 6 Liga Champions pada 8 Desember silam. Laga tersebut disaksikan 60.663 pasang mata.

Berdasarkan laporan Smart Maxbet, ketidakpuasan suporter terhadap Madrid dipicu oleh beberapa faktor. Selain kekalahan dari Barca, performa Madrid musim ini di bawah Rafael Benitez dinilai kurang meyakinkan. Pencoretan Madrid dari Copa del Rey karena kasus Denis Cheryshev juga memicu kekecewaan suporter. Nyanyian-nyanyian dari suporter yang menuntut Benitez dan Florentino Perez untuk mundur pun terdengar dari tribun penonton, bahkan saat Madrid menang besar 10-2 atas Rayo. Lanjut membaca

Skuad AS Roma Dukung Rudi Garcia Dipertahankan

Para pemain AS Roma merayakan dua gol ke gawang Genoa dengan memeluk sang pelatih, Rudi Garcia. Aksi tersebut dilakukan untuk menunjukkan sinyal bahwa skuat tetap padu meski melewati masa sulit.

Roma mengakhiri puasa kemenangannya dengan mengalahkan Genoa 2-0 di Stadion Olimpico, Minggu (20/12/2015) malam WIB. Dua gol tuan rumah diciptakan oleh Alessandro Florenzi dan Sadiq Umar di masing-masing babak.

Usai mencetak gol, Florenzi berlari menuju bangku cadangan dan memeluk Garcia. Seluruh pemain Roma, juga mereka yang ada di bangku cadangan, kemudian juga ikut merayakannya bersama-sama.

Demikian juga dengan Sadiq usai mencetak gol di babak kedua. Penyerang berusia 18 tahun itu juga memeluk Garcia setelah membukukan gol perdananya di Serie A. Lanjut membaca

Kevin Prince Boateng Kembali Ke AC Milan

AC Milan mengonfirmasi sudah menggaet Kevin Prince Boateng dari Schalke 04. Rossoneri harus mengorbankan Suso untu memberilkan satu tempat untuk pemain asal Ghana itu.

Rumor mengenai perekrutan Boateng itu bukan sebuah kejutan. Dia sudah bergabung dengan skuat asuhan Sinisa Mihajlovic sejak bulan Oktober lalu karena sudah dibekukan oleh Schalke.

Kontraknya dengan Schalke memang masih berlaku hingga tahun 2016 mendatang. Tak dirinci besaran nilai transfer yang harus dibayarkan Milan untuk mendaratkan kembali Boateng ke San Siro.

Petinggi Milan, Adriano Galliani, sudah menyebutkan bahwa tim asal kota mode itu harus menjual pemain lebih dulu agar bisa mendatangkan pemain baru. Oleh karena itu, mereka memilih untuk mengirim Sosa ke Genoa pada bulan Januari nanti.

“Jika tak ada nama besar keluar di bulan Januari, lalu tak ada nama besar yang akan datang,” kata Galliani di Daftar Account Sbobet.

“Kami akan melakukan deposit kontrak Boateng pada 4 Januari mendatang, sementara itu Suso, 99 persen akan bergabung dengan Genoa. Dia tinggal butuh persetujuan personal.” Lanjut membaca

Juventus Sudah Mulai Bangkit Tengah Musim Ini

Sempat terseok-seok di awal musim, Juventus kini sudah berada di posisi empat klasmemen sementara Liga Italia. Kesabaran petinggi klub disebut berbuah manis untuk Bianconeri.

Juve sempat kesulitan di tiga laga awal Serie A. Mereka tak pernah menang dengan catatan dua kali kekalahan dan sekali hasil imbang. Akibatnya, mereka pun sampai menduduki posisi papan bawah.

Seiring dengan berjalannya waktu, Juve perlahan-lahan mulai bangkit. Dalam tujuh pertandingan terakhir mereka selalu menang, catatan produktivitas gol yang oke, dengan torehan 17 gol.

Rentetan kemenangan itu sudah mengantarkan Juve ke posisi empat klasemen dengan koleksi 33 poin. Raihan angka tim besutan Massimiliano Allegri itu tinggal berjarak tiga angka dari Inter Milan yang ada di posisi pertama klasemen.

Direktur Juve, Giuseppe Marotta, bilang bahwa kebangkitan tim ini didapat berkat kepercayaan petinggi klub terhadap tim yang ditangani oleh Allegri.

“Apa yang berubah? Kesabaran dan kesadaran,” kata Marotta di Daftar Sbobet Terpercaya.

“Grup Allegri sudah memberikan respons pada project kami. Pelatih sangat profesional, mempunyai manfaat, dan di tahun sebelumnya sudah menunjukan kualitas luar biasa dengan membawa pulang hasil luar biasa –dan mengingat momen saat dia datang ke Juventus.” Lanjut membaca

Michel Platini Dalam Pusaran Politik Kotor FIFA

Michel Platini sempat menjadi kandidat Presiden FIFA yang baru. Ia juga sempat berjanji menjauhkan FIFA dari segala hal berbau politik. Apes, justru Platini sendiri yang terseret pusaran politik itu.

“Kita harus peduli soal permainan, bukan politik,” ucap Platini sebelum dimulainya pertemuan Komite Eksekutif FIFA di Zurich, 24 September lalu. Kala itu, Platini dengan tegas menyatakan untuk maju dalam pemilihan Presiden FIFA yang baru pada 26 Februari 2016.

Presiden FIFA sebelumnya, Sepp Blatter, digoncang skandal dugaan korupsi. Blatter menyatakan diri mundur pada bulan Juni lalu, tapi masih tetap memimpin FIFA sampai kongres luar biasa diadakan.

“Bersama saya, tidak akan ada politik. Bersama saya, ini semua soal sepakbola, bukan politik,” kata Platini lagi, menegaskan janjinya.

Ironis memang, karena pernyataan Platini lebih mirip dengan janji-janji seorang politikus. Ketika Platini berniat untuk mencalonkan diri menjadi Presiden FIFA, eks pesepakbola asal Prancis, Eric Cantona, sudah memberikan peringatan. Lanjut membaca

Rekor Barcelona di Piala Dunia Antarklub

Ada sejarah yang ditorehkan Barcelona dengan keberhasilannya menjuarai Piala Dunia Antarklub. Berikut catatan-catatan spesial dari Barca pada laga itu.

Dalam partai final yang dilangsungkan di Nissan Stadium, Yokohama, Minggu (20/12/2015), Barca berjaya berkat kemenangan 3-0 atas River Plate.

Kemenangan tersebut membuat Blaugrana kini mengoleksi tiga titel Piala Dunia Antarklub (2009, 2011, 2015). Sepanjang sejarah perhelatan ajang itu belum pernah ada klub yang melakukannya–Corinthians menjadi pengoleksi gelar terbanyak berikutnya (2000, 2012).

Dalam catatan Cara Daftar Sbobet Indonesia, gol penutup Barca dalam kemenangan tersebut juga merupakan gol yang ke-176 untuk klub Catalan itu di tahun kalender 2015. Barca memecahkan rekor gol terbanyaknya sendiri dalam satu tahun kalender, dari sebelumnya 175 gol di 2012.

Luis Suarez, pencetak gol ke-176 itu, dua kali menjebol gawang River Plate. Ia menjadi MVP sekaligus topskorer turnamen dengan lima gol. Jumlah itu disebut Opta sebagai yang paling banyak dibuat seorang pemain dalam satu edisi Piala Dunia Antarklub. Lionel Messi dan Cesar Delgado juga punya lima gol tapi tidak mereka buat dalam satu edisi turnamen. Ketiga nama itu sendiri merupakan topskorer Piala Dunia Antarklub sejauh ini. Lanjut membaca

Luis Suarez Pemain Terbaik Piala Dunia Antar Klub 2015

Luis Suarez adalah pahlawan utama Barcelona di Piala Dunia Antarklub. Namun, menurutnya, justru Lionel Messi dan Neymar yang menjadi pembeda di dalam tim.

Kontribusi Suarez begitu kentara. Dalam dua laga yang dilakoni El Barca di Piala Dunia Antarklub –melawan Guangzhou Evergrande dan River Plate–, Suarez selalu tampil. Pada dua laga tersebut, ia mencetak lima gol –tiga ke gawang Guangzhou dan dua ke gawang River.

Perlu diingat juga bahwa ketika Barca menghadapi Guangzhou di semifinal, Messi dan Neymar tak tampil. Kedua pemain tersebut baru bermain pada laga final melawan River.

Oleh karenanya, tidak heran jika Suarez mendapatkan pujian atas kesuksesan Barca meraih trofi Piala Dunia Antarklub. Namun, penyerang asal Uruguay itu justru memuji Messi dan Neymar.

“Mereka adalah pemain-pemain yang bisa menjadi pembeda,” ujar Suarez seperti dilansir Taruhan Bola Sbobet.

“Mengetahui mereka bisa bermain di sebelah Anda saja sudah bikin tenang.” Lanjut membaca

Barcelona Juara Piala Dunia Antar Klub 2015

Barcelona menahbiskan diri sebagai klub terbaik di dunia tahun ini. El Barca sukses meraih trofi Piala Dunia Antarklub usai menundukkan River Plate 3-0.

Bertanding di Stadion Internasional Yokohama, Yokohama, Minggu (20/12), dan disaksikan langsung oleh Potato777, Barcelona tampil dengan kekuatan terbaik. Lionel Messi dan Neymar, yang sebelumnya diragukan bisa tampil di final, justru bermain sejak awal.

Bintang Barcelona lainnya, Luis Suarez, menjadi bintang pada laga ini. Suarez mencetak dua gol, yang mana membuat total torehan golnya di Piala Dunia Antarklub ini menjadi lima. Sementara, satu gol Barca lainnya diciptakan oleh Messi.

Barcelona tampil mendominasi sejak babak pertama. Namun, kendati berhasil menguasai bola, mereka kesulitan untuk menyusun serangan di final third. River sukses memenuhi ruang di antara lini belakang dan lini tengah mereka, membuat Barca kesulitan untuk melepaskan operan.

Gol pertama Barca sendiri diawali oleh sebuah umpan silang, yang dilepaskan oleh Dani Alves dari sisi kanan. Lanjut membaca

Potensi Anthony Martial Belum Dimaksimalkan MU

Manajer Manchester United, Louis van Gaal, dinilai sudah menyia-nyiakan potensi Anthony Martial. Meneer Belanda itu disarankan agar memainkan Martial di posisi nomor sembilan.

Di tangan Van Gaal, Martial lebih sering dimainkan di sisi kiri penyerangan MU. Dia menyisir sayap kiri, lalu melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti lawan.

Di pertandingan MU melawan Norwich City pada akhir pekan lalu, ‘Setan Merah’ kalah dengan skor akhir 1-2. Di laga yang berlangsung di Old Trafford itu, Martial yang menjadi pencetak golnya.

Saat mencetak gol itu, Martial menunjukan ketenangannya di kotak penalti lawan. Dia mampu mengecoh barisan pemain belakang Norwich sebelum menceploskan bola ke dalam gawang.

Penampilan Martial itu mendapatkan perhatian dari Henry. Dia lantas memberikan kritik atas keputusan Van Gaal tak memainkannya sebagai striker tengah. Lanjut membaca

Vincent Kompany Absen, Manchester City Rapuh

Ketiadaan Vincent Kompany di atas lapangan rupanya berdampak besar pada penampilan lini belakang Manchester City. Tanpa Kompany, City mudah dibobol lawan-lawannya.

Musim ini, Kompany memang tidak bisa selalu tampil untuk City. Bek internasional Belgia itu diganggu cedera pada betisnya dan harus beberapa kali absen. Di Premier League musim ini, Kompany baru tampil delapan kali. Secara keseluruhan, kapten City itu baru bermain 11 kali di semua kompetisi.

Tanpa Kompany, City mengandalkan Nicolas Otamendi, Eliaquim Mangala, dan Martin Demichelis untuk mengisi posisi bek tengah. Namun performa ketiga pemain tersebut tak mampu menutup absennya Kompany.

Ada catatan statistik yang cukup mencolok terkait lini pertahanan City dengan dan tanpa Kompany. Bersama Kompany, gawang City sangat sulit dibobol oleh lawan-lawannya. Sementara saat Kompany absen, lini belakang City amat rapuh. Lanjut membaca